[PR]¡“ú‚ÌÆ­°½‚Í
¢Infoseek ÓÊÞ²Ù£

Indonesia adalah negara yang kaya akan hutan tropis, dimana 10% dari hutan tropis dunia ada di Indonesia. Tetapi hutan ini terus berkurang (sekitar 1.300 ribu hektar hutan berkurang setiap tahunnya sejak 1990 sampai 2000). Jumlah taman nasional di Indonesia adalah sekitar 13% dari total hutan yang ada. Kerusakan hutan ini merupakan gejala alam yang diakui tidak hanya oleh bangsa Indonesia tapi juga masyarakat Internasional dan konservasi hutan merupakan hal yang mendesak untuk segera dilakukan.

Pada tahun 1997 dan 1998, banyak terjadi kebakaran hutan yang menghabiskan sekitar 800 ribu hektar areal hutan termasuk 130 ribu hutan di taman nasional. Asap yang ditimbulkannya berdampak pada kerusakan ekonomi bagi Indonesia dan Negara ASEAN lainnya.

Departemen kehutanan Republik Indonesia dan JICA melaksanakan proyek FFPMP tahap I dari tahun 1996 sampai tahun 2001. FFPMP tahap I tersebut berperan dalam pengembangan sistem deteksi dan peringatan dini menggunakan satelit, memperkenalkan pencegahan kebakaran hutan dan menyelenggarakan pelatihan penanggulangan kebakaran hutan di Jambi dan Kalimantan Barat.

Taman Nasional Bukit Tigapuluh

Taman Nasional Berbak

Taman Nasional Way Kambas

Taman Nasional Gunung Palung

Kantor Pusat Jakarta

Proyek Pencegahan Kebakaran Hutan tahap 2 (FFPMP2)

Kebakaran hutan merupakan salah satu penyebab utama dari kerusakan dan berkurangnya jumlah hutan. Departemen Kehutanan menjadikan Proyek Pencegahan kebakaran Hutan sebagai prioritas utama. Dalam rangka meningkatkan dan memperkuat hasil dari Proyek Pencegahan Kebakaran Hutan tahap I, Departemen Kehutanan dan JICA memulai Proyek Pencegahan Kebakaran Hutan tahap 2 pada tanggal 15 April 2002.

Tujuan dari proyek tersebut adalah melaksanakan kegiatan pencegahan dan penanggulangan (yang berkelanjutan, layak dan dapat dijadikan proyek percontohan yang baik, sesuai dengan sumber daya alam Indonesia) untuk melindungi taman nasional.

Untuk mencapai tujuannya, ada empat taman nasional yang dipilih dimana lokasi arealnya memiliki sifat topografi dan kondisi alam yang berbeda. Proyek Pencegahan Kebakaran Hutan tahap 2 dilengkapi dengan hasil pantauan kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera menggunakan Satelit, melaksanakan pelatihan pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan termasuk penggunaan peralatan pemadam kebakaran yang melibatkan anggota polisi hutan dilapangan dan mengembangkan sistem pemadaman kebakaran Hutan, menjelaskan serta meningkatkan tingkat kepedulian dan kesadaran atas konservasi dan pencegahan kebakaran hutan untuk setiap kelompok sasaran seperti masyarakat lokal, pendatang, guru dan murid dengan memberikan pendampingan dan bekerjasama dengan petugas taman nasional dan pemerintah daerah dan kemudian menyebarluaskan kegiatan tersebut ke daerah sekitarnya.

Kegiatan

Proyek Pencegahan Kebakaran Hutan tahap 2 ini difokuskan dalam 4 hal utama, yaitu:

1. Sistem Deteksi dan Peringatan Dini

2. Pencegahan dan Penanggulangan kebakaran Hutan

3. Kegiatan Penyuluhan dan Humas

4. Pencegahan Kebakaran Hutan scara Partisipatif

<< KEMBALI ke MENU UTAMA

Copyright © 2003 oleh FFPMP2 JICA-PHKA
Gedung Manggala Wanabakti Blok I lantaiI 15,Jl. Gatot Subroto, Jakarta 10270, Indonesia Phone / Fax. (62-21) 579 02950 e-mail: ffpjica@indo.net.id

<< KEMBALI ke MENU